Taking too long? Close loading screen.


Carlos Slim Helú menerima buku cek pertama pada usia 12 tahun.
Dari cek itu, Slim merintis sebuah kerajaan yang dia idam-idamkan.
Impian bocah asal Meksiko blasteran Lebanon itu terwujud. Kini, di usia 70 tahun, dia resmi menjadi pria terkaya dunia versi 2010 menurut majalah bisnis terkemuka, Forbes.



Slim benar-benar telah memiliki kerajaan bisnis, diantaranya perusahaan telekomunikasi Telefonos de Mexico (Telmex) dan operator telepon selular, America Movil. Dia pun memiliki firma pusat perbelanjaan Grupo Sanborns, serta banyak perusahaan lain dalam Carso Group yang mempekerjakan sekitar 210.000 orang di Meksiko. 


Saat ini, menurut majalah Forbes, Slim memiliki aset 53,5 miliar dolar atau sekitar Rp 500 triliun Rupiah. Dengan demikian, dia merebut posisi pendiri Microsoft, Bill Gates, sebagai orang terkaya di dunia tahun ini versi Forbes. Gates sendiri harus puas dengan posisi kedua dengan aset senilai 53 miliar dolar.


Meski sekarang Slim tidak lagi ikut campur dalam manajemen sebagian besar perusahaan karena diambil alih oleh anak-anak serta menantunya, Slim tetap aktif menentukan strategi bagi ekspansi bisnis perusahaan, dalam kegiatan kemanusiaan, konstruksi jalan dan bangunan, dan dalam mendapatkan saham di harian The New York Times, serta berbagai upaya ekspansi lain.


Slim mengantongi reputasi sebagai seorang pria yang mampu mengubah nasib perusahaan bermasalah menjadi kisah sukses dan selalu mencari peluang bisnis, meski para pesaing menuduhnya melakukan praktik monopoli dalam pasar telekomunikasi.
Keberuntungannya datang pada 1982 dengan privatisasi Telmex oleh pemerintah Meksiko. Telmex saat ini mendominasi telepon kabel dan pasar akses internet di Meksiko.


Dalam dua tahun terakhir, investasi Slim fokus pada Amerika Latin di mana grup perusahaannya tersebar di 18 negara melalui America Movil dan investasi di sektor infrastruktur.


Slim yang mengaku tidak menyukai kemegahan dan hura-hura ini juga memiliki sejumlah yayasan dan organisasi untuk membantu kalangan yang paling menderita dalam masyarakat. Penggemar fanatik baseball ini juga aktif mempromosikan budaya dan olahraga.

“Bagaimana rasanya menjadi orang terkaya di dunia dan tinggal di negara dengan 50 juta orang miskin?” tanya seorang wartawan suatu kali, seperti dikutip dari laman Earth Times.
Slim tampak terganggu dengan pertanyaan itu. “Saya tidak akan membawa apapun saat saya mati,” jawab pria yang hingga kini tetap tinggal di Mexico City tersebut.

“Dari posisi saya sebagai seorang pebisnis, saya selalu merasa memiliki tanggung jawab besar bagi negara saya, dan saya telah bertindak dengan tepat. Tantangan dalam hidup saya adalah untuk memperbaiki kondisi kesehatan, pendidikan, dan menciptakan lapangan kerja,” lanjut Slim.




0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

© 2017 Aditya Website.

Contact     |     Terms & Conditions     |     Privacy Policy

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account